BAB 1. Analisa Tanah
Pengambilan contoh tanah merupakan
tahapan terpenting di dalam program uji tanah. Analisis kimia dari contoh tanah
yang diambil diperlukan untuk mengukur kadar hara, menetapkan status hara tanah
dan dapat digunakan sebagai petunjuk penggunaan pupuk dan kapur secara efisien,
rasional dan menguntungkan. Namun, hasil uji tanah tidak berarti apabila contoh
tanah yang diambil tidak mewakili areal yang dimintakan rekomendasinya dan
tidak dengan cara benar. Oleh karena itu pengambilan contoh tanah merupakan
tahapan terpenting di dalam program uji tanah.
Kapan Pengambilan Contoh Tanah Dilakukan
Contoh tanah dapat diambil setiap saat, tidak perlu menunggu saat sebelum tanam namun tidak boleh dilakukan beberapa hari setelah pemupukan. Keadaan tanah saat pengambilan contoh tanah pada lahan kering sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (kelembaban tanah sedang yaitu keadaan tanah kira-kira cukup untuk pengolahan tanah). Sedang pengambilan pada lahan sawah sebaiknya diambil pada kondisi basah.
Beberapa Frekuensi Pengambilan Contoh Tanah
Secara umum, contoh diambil sekali dalam 4 tahun untuk sistem pertanaman dilpangan. Untuk tanah yang digunakan secara intensif, contoh tanah diambil paling sedikit sekali dalam 1 tahun. Pada tanah-tanah dengan nilai uji tanah tinggi, contoh tanah disarankan diambil setiap 5 tahun sekali.
Cara Pengambilan Contoh Tanah Komposit
Contoh tanah untuk uji tanah sebaiknya merupakan contoh tanah komposit yaitu contoh tanah campuran dari contoh- contoh tanah individu. Contoh tanah komposit harus mewakili bentuk lahan yang akan dikembangkan atau digunakan untuk tujuan pertanian. Contoh tanah individu diambil dari lapisan olah atau lapisan perakaran. Satu contoh komposit mewakili hamparan yang homogen 10-15 ha. Untuk lahan miring dan bergelombang 1 contoh tanah komposit terdiri dari campuran 10-15 contoh tanah individu. Sebelum pengambilan contoh tanah, perlu diperhatikan keseragaman areal/ hamparan. Areal yang akan diambil contohnya diamati dahulu keadaan topografi, tekstur, warna tanah, pertumbuhan tanaman, input (pupuk, kapur, bahan organic, dan sebagainya), dan rencana dapat ditentukan 1 hamparan yang sama (homogen/ mendekati sama). Hamparan tanah yang homogen tidak mencirikan perbedaan- perbedaan yang nyata, antara lain warna tanah dan pertumbuhan tanaman kelihatan sama. Contoh tanah komposit diambil diambil pada tanah yang homogen dan dominant pada suatu hamparan.
Kapan Pengambilan Contoh Tanah Dilakukan
Contoh tanah dapat diambil setiap saat, tidak perlu menunggu saat sebelum tanam namun tidak boleh dilakukan beberapa hari setelah pemupukan. Keadaan tanah saat pengambilan contoh tanah pada lahan kering sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (kelembaban tanah sedang yaitu keadaan tanah kira-kira cukup untuk pengolahan tanah). Sedang pengambilan pada lahan sawah sebaiknya diambil pada kondisi basah.
Beberapa Frekuensi Pengambilan Contoh Tanah
Secara umum, contoh diambil sekali dalam 4 tahun untuk sistem pertanaman dilpangan. Untuk tanah yang digunakan secara intensif, contoh tanah diambil paling sedikit sekali dalam 1 tahun. Pada tanah-tanah dengan nilai uji tanah tinggi, contoh tanah disarankan diambil setiap 5 tahun sekali.
Cara Pengambilan Contoh Tanah Komposit
Contoh tanah untuk uji tanah sebaiknya merupakan contoh tanah komposit yaitu contoh tanah campuran dari contoh- contoh tanah individu. Contoh tanah komposit harus mewakili bentuk lahan yang akan dikembangkan atau digunakan untuk tujuan pertanian. Contoh tanah individu diambil dari lapisan olah atau lapisan perakaran. Satu contoh komposit mewakili hamparan yang homogen 10-15 ha. Untuk lahan miring dan bergelombang 1 contoh tanah komposit terdiri dari campuran 10-15 contoh tanah individu. Sebelum pengambilan contoh tanah, perlu diperhatikan keseragaman areal/ hamparan. Areal yang akan diambil contohnya diamati dahulu keadaan topografi, tekstur, warna tanah, pertumbuhan tanaman, input (pupuk, kapur, bahan organic, dan sebagainya), dan rencana dapat ditentukan 1 hamparan yang sama (homogen/ mendekati sama). Hamparan tanah yang homogen tidak mencirikan perbedaan- perbedaan yang nyata, antara lain warna tanah dan pertumbuhan tanaman kelihatan sama. Contoh tanah komposit diambil diambil pada tanah yang homogen dan dominant pada suatu hamparan.
Cara mengambil contoh tanah komposit
dapat dilakukan sebagai berikut :
- Menentukan tempat pengambilan contoh tanah individu, terdapat dua cara yaitu (1) cara sistematik seperti sistem diagonal atau zig- zag dan (2) cara acak (gambar 1).
- Rumput rumput, batu batuan atau kerikil, sisa tanaman atau bahan organic segar/ serasah yang terdapat dipermukaan tanah di bersihkan.
- Untuk lahan kering keadaan tanah pada saat pengambilan contoh tanah sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (kelembaban tanah sedang yaitu kondisi kira- kira cukup untuk pengolahan tanah). Sedang untuk lahan sawah contoh tanah sebaiknya diambil pada kondisi basah atau seperti kondisi saat terdapat tanaman.
- Contoh tanah individu diambil menggunakan bor tanah (auger atau tabung) atau cangkul dan sekop. Jika menggunakan bor tanah, contoh tanah individu diambil pada titik pengambilan yang telah ditentukan, sedalam +20 atau lapisan olah. Sedangkan jika menggunakan cangkul dan sekop, tanah dicangkul sedalam lapisan olah (akan membentuk seperti huruf v), kemudian tanah pada sisi yang tercangkul diambil setebal 1,5 cm dengan menggunakan cangkul atau sekop (gambar 2)
- Contoh- contoh tanah indivisu tersebut dicampur dan diaduk merata dalam ember plastic, lalu bersihkan dari sisa tanaman atau akar. Setelah bersih dan teraduk rata, diambil contoh seberat kira-kira 1 kg dan dimasukkan kedalam kantong plastic (contoh tanah komposit). Untuk menghindari kemungkinan pecah pada saat pengiriman, kantong plastic yang digunakan rangkap dua.Pemberian label luar dan dalam. Label dalam harus dibungkus dengan plastic dan dimasukkan diantara plastikpembungkus supaya tulisan tidak kotor atau basah, sehingga label tersebut dapat dibaca sesampainya dilaboratorium tanah. Sedangkan label luar disatukan pada sat pengikatan plastic. Pada label diberi keterangan mengenai kode pengambilan, nomor contoh tanah, asal dari (desa/kecamatan/kabupaten), tanggal pengambilan, nama dan alamat pemohon. Selain label yang diberi keterangan, akan lebih baik jika contoh tanah yang dikirim dilengkapi dengan peta situasi atau peta lokasi contoh.
- Informasi tambahan yang dibutuhkan antara lain penggunaan lahan ; penggunaan pupuk, kapur, bahan organik;waktu terakhir penggunaan pupuk, kapur atau bahan organic; kemiringan lahan; posisi/ letak pada lereng (bagian atas tengah atau bawah); bentuk lereng (rata, cembung, atau cekung); bentuk wilayah (datar, berombak, bergelombang atau berbukit); keadaan pertanaman; tanaman terakhir atau sebelumnya; hasil yang telah dicapai dan yang diinginkan. Seluruh informasi lokasi pengambilan contoh tanah dicatat dalam formulir isian yang berlaku
Peralatan untuk pengambilan
contoh tanah
- Alat untuk mengambil contoh tanah seperti bor tanah (auger, tabung), cangkul, sekop.
- Alat untuk membersihkan bor, cangkul dan sekop seperti pisau dan sendok tanah untuk mencampur atau mengaduk
- Ember plastic untuk mengaduk kumpulan contoh tanah individu
- Kantong plastic agak tebal yang dapat memuat 1 kg tanah, dan kantong plastic untuk label.
- Kertas manila karton untuk label dan benang kasur untuk mengikat label luar
- Spidol (water proof) untuk menulis isi label
- Karung untuk mengepak contoh bila contoh tanah banyak
- Lembaran informasi contoh tanah yang diambil.
Hal- hal yang perlu diperhatikan :
- Jangan mengambil contoh tanah dari galengan, selokan, bibir teras, tanah tererosi sekitar rumah dan jalan, bekas pembakaran sampah/ sisa tanaman/ jerami, bekas penimbunan pupuk, kapur dan bahan organic, dan bekas penggembalaan ternak.
- Permukaan tanah yang akan diambil contohnya harus bersih dari rumput- rumputan, sisa tanaman, bahyan organic/ serasah, dan batu- batuan atau kerikil.
- Alat- alat yang digunakan bersih dari kotoran- kotoran dan tidak berkarat. Kantong plastic yang digunakan sebaiknya masih baru, belum pernah dipakai untuk keperluan lain.
Sumber : Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Lahan Pertanian
BAB 2. Analisa Daun
Pengambilan Sample Daun Tanaman Kelapa Sawit
Dalam pembuatan rekomendasi pemupukan, hasil analisis
kandungan unsur hara di daun merupakan salah satu pertimbangan yang sangat
menentukan. Faktor yang mempengaruhi keakuratan analisis kandungan hara daun di
laboratorium sangat ditentukan oleh proses pengambilannya di lapangan.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses pengambilan daun di lapangan
antara lain :
1. Jenis tanah
Jenis tanah yang berbeda harus dipisahkan dalam penentuan kesatuan contoh daun (LSU=leaf sampling unit). Karena kandungan hara untuk jenis tanah yang berbeda akan berbeda, sehingga akan memberikan interpretasi yang keliru oleh rekomendator apabila digabungkan.
2. Umur tanaman
Umur tanaman yang berbeda, seharusnya dalam proses penentuan LSUnya juga harus dipisah. Karena umur tanaman yang berbeda, akan memiliki kandungan (criteria) status unsur hara daun yang berbeda pula.
3. Topografi
Antara topografi yang datar dan bergelombang harus dipisahkan dalam penentuan LSU. Hal ini untuk memberikan suatu gambaran status hara yang ada di lapangan yang lebih akurat. Sehingga rekomendator dapat menentukan rekomendasi pupuk yang lebih akurat.
4. Luasan
Pada umumnya, luas yang kesatuan contoh daun adalah 1 blok (25 ha), yang merupakan satu kesatuan terkecil dalam rekomendasi pemupukan.
5. Kultur teknis
Penentuan LSU juga harus memperhatikan kultur teknis. Untuk pola tanam yang berbeda, maka sample daunnya juga harus dibedakan.
6. Metode pengambilan
6.1. Titik sample
Tanaman kelapa sawit yang dijadikan sample harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
1. Tanaman sehat (bebas dari penyakit)
2. Bukan sisipan
3. Tidak terletak di sebelah tanaman kosong
4. Tidak terletak di tepi bangunan
5. Tidak terletak di tepi parit/jalan
Titik sample pertama dimulai pada baris ke 3 dan pokok ke 3, untuk titik selanjutnya merupakan penambahan 10 pokok dan 10 baris ke samping.
Untuk mendapatkan keseragaman, lebih baik dimulai dari 1 titik (barat daya). Hal ini bertujuan untuk mempermudah cross-check di lapangan.
6.2. Waktu
Waktu pengambilan sample daun adalah dari jam mulai kerja (pagi) hingga jam 12 siang. Apabila terjadi hujan lebat, maka pengambilan sample daun harus dihentikan.
6.3. Pelepah ke #17
Pelepah yang dijadikan sample adalah pelepah ke 17. Pelepah ke 17 merupakan pelepah yang terletak pada spiral yang sama dengan pelepah #1 (pelepah #1 adalah pelapah termuda yang telah membuka sempurna). Posisi pelepah #17 terletak berlawan dengan posisi spiral, apabila spiral tanaman kelapa sawit ke kanan, maka posisinya sedikit agak ke kiri dan sebaliknya.
6.4. Helaian daun sample
Anak daun yang dijadikan sample adalah anak daun yang terletak 3/5 dari pangkal pelepah atau 2/5 dari ujung pelepah. Anak daun diambil dari 2 sisi, dan lebih baik genap (4 kiri dan 4 kanan). Selanjutnya, 1/3 bagian tengah diambil untuk dijadikan sample daun.
6.5. Pengelapan sample daun
Sample daun yang sudah diambil (1/3 bagian tengah) dilap bersih dengan aquadest dengan menggunakan kain yang bersih. Setelah di lap, midrib/lidi sample tersebut dibuang. Selanjutnya, helaian daun tersebut dipotong-potong dengan ukuran 1 cm.
6.6. Pengeringan
Sample daun yang sudah dipotong, dikering di dalam oven dengan suhu 70 ⁰C selama 20-24 jam atau sudah bisa diremas seperti kerupuk.
6.7. Persiapan sample daun
Sample daun yang sudah kering dimasukan ke dalam plastic dan diberi label sebagai berikut :
1. Jenis tanah
Jenis tanah yang berbeda harus dipisahkan dalam penentuan kesatuan contoh daun (LSU=leaf sampling unit). Karena kandungan hara untuk jenis tanah yang berbeda akan berbeda, sehingga akan memberikan interpretasi yang keliru oleh rekomendator apabila digabungkan.
2. Umur tanaman
Umur tanaman yang berbeda, seharusnya dalam proses penentuan LSUnya juga harus dipisah. Karena umur tanaman yang berbeda, akan memiliki kandungan (criteria) status unsur hara daun yang berbeda pula.
3. Topografi
Antara topografi yang datar dan bergelombang harus dipisahkan dalam penentuan LSU. Hal ini untuk memberikan suatu gambaran status hara yang ada di lapangan yang lebih akurat. Sehingga rekomendator dapat menentukan rekomendasi pupuk yang lebih akurat.
4. Luasan
Pada umumnya, luas yang kesatuan contoh daun adalah 1 blok (25 ha), yang merupakan satu kesatuan terkecil dalam rekomendasi pemupukan.
5. Kultur teknis
Penentuan LSU juga harus memperhatikan kultur teknis. Untuk pola tanam yang berbeda, maka sample daunnya juga harus dibedakan.
6. Metode pengambilan
6.1. Titik sample
Tanaman kelapa sawit yang dijadikan sample harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
1. Tanaman sehat (bebas dari penyakit)
2. Bukan sisipan
3. Tidak terletak di sebelah tanaman kosong
4. Tidak terletak di tepi bangunan
5. Tidak terletak di tepi parit/jalan
Titik sample pertama dimulai pada baris ke 3 dan pokok ke 3, untuk titik selanjutnya merupakan penambahan 10 pokok dan 10 baris ke samping.
Untuk mendapatkan keseragaman, lebih baik dimulai dari 1 titik (barat daya). Hal ini bertujuan untuk mempermudah cross-check di lapangan.
6.2. Waktu
Waktu pengambilan sample daun adalah dari jam mulai kerja (pagi) hingga jam 12 siang. Apabila terjadi hujan lebat, maka pengambilan sample daun harus dihentikan.
6.3. Pelepah ke #17
Pelepah yang dijadikan sample adalah pelepah ke 17. Pelepah ke 17 merupakan pelepah yang terletak pada spiral yang sama dengan pelepah #1 (pelepah #1 adalah pelapah termuda yang telah membuka sempurna). Posisi pelepah #17 terletak berlawan dengan posisi spiral, apabila spiral tanaman kelapa sawit ke kanan, maka posisinya sedikit agak ke kiri dan sebaliknya.
6.4. Helaian daun sample
Anak daun yang dijadikan sample adalah anak daun yang terletak 3/5 dari pangkal pelepah atau 2/5 dari ujung pelepah. Anak daun diambil dari 2 sisi, dan lebih baik genap (4 kiri dan 4 kanan). Selanjutnya, 1/3 bagian tengah diambil untuk dijadikan sample daun.
6.5. Pengelapan sample daun
Sample daun yang sudah diambil (1/3 bagian tengah) dilap bersih dengan aquadest dengan menggunakan kain yang bersih. Setelah di lap, midrib/lidi sample tersebut dibuang. Selanjutnya, helaian daun tersebut dipotong-potong dengan ukuran 1 cm.
6.6. Pengeringan
Sample daun yang sudah dipotong, dikering di dalam oven dengan suhu 70 ⁰C selama 20-24 jam atau sudah bisa diremas seperti kerupuk.
6.7. Persiapan sample daun
Sample daun yang sudah kering dimasukan ke dalam plastic dan diberi label sebagai berikut :
PT :
Kebun :
Divisi :
Tahun Tanam :
Blok :
Luas :
Tanggal Pengambilan :
Analisis :
Team Pengambil :
Kebun :
Divisi :
Tahun Tanam :
Blok :
Luas :
Tanggal Pengambilan :
Analisis :
Team Pengambil :
Sumber :
BAB 3. Unsur
Hara
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO
A. UNSUR HARA MAKRO
Adalah unsur hara yang
dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar.Beberapa unsur hara ini
diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K),
Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S).
B. UNSUR HARA MIKRO
Adalah unsur hara yang
dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil, bila berlebihan menjadi
racun.Unsur hara ini
diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B),
Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn) dan
Klor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si),
Nikel (Ni).
Kelebihan
dan kekurangan unsur makro
1. Nitrogen (N)
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan
a) Kekurangan
Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.
b) Kelebihan
Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.
1. Nitrogen (N)
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk nitrogen yakni amonium dan nitrat. Sejumlah penelitian membuktikan amonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi nitrogen. Jika berlebihan , sosok tanaman bongsor tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal berbunga juga minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga. Seandainya yang dominan adalah nitrogen bentuk nitrat , maka sel-sel tanaman akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit. Untuk mengetahui kandungan N dan bentuk nitrogen dari pupuk bisa dilihat dari kemasan
a) Kekurangan
Tanaman yang kekurangan nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah. Produksi bunga dan biji rendah.
b) Kelebihan
Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.
2. Fosfor (P)
Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.
Bersama dengan kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
a) Kekurangan
Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
Fosfor merupakan komponen penyusun beberapa enzim , protein , ATP , RNA , dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi , sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih , akar , bunga , dan buah. Dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap nutrisi pun lebih baik.
Bersama dengan kalium , fosfor dipakai untuk merangsang pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.
a) Kekurangan
Dimulai dari daun tua menjadi keunguan cenderung kelabu. Tepi daun cokelat , tulang daun muda berwarna hijau gelap. Hangus , pertumbuhan daun kecil , kerdil , dan akhirnya rontok. Fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.
b) Kelebihan
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
3. Kalium (K)
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
a) Kekurangan
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga mudah rontok. Tepi daun ‘hangus’ , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan penyakit.
b) Kelebihan
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.
4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
a) Kekurangan
Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).
b) Kelebihan
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
a) Kekurangan
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.
3. Kalium (K)
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis , akumulasi , translokasi , transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata , atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium. Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip tanaman kekurangan kalsium.
a) Kekurangan
Kekurangan K terlihat dari daun paling bawah yang kering atau ada bercak hangus. Bunga mudah rontok. Tepi daun ‘hangus’ , daun menggulung ke bawah , dan rentan terhadap serangan penyakit.
b) Kelebihan
Kelebihan K menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu. Pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.
4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ‘ringan’ seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
a) Kekurangan
Muncul bercak-bercak kuningdi permukaan daun tua. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemahd dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).
b) Kelebihan
Kelebihan Mg tidak menimbulkan gejala ekstrim.
5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca , pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.
a) Kekurangan
Gejala kekurangan kalsium yaitu titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium.
b) Kelebihan
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.
Kelebihan kalsium tidak berefek banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.
6.belerang
(S)
a) Kelebihan
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asamasamamino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin . Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim danberperan dalam proses fisiologi tanaman
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asamasamamino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin . Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Belerang merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim danberperan dalam proses fisiologi tanaman
b) Kekurangan
jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah
fosfor (P). Kekahatan S menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat
menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kahat S
lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar. Gejala kahat S
lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai
mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman (Haneklaus dan Penurunan kandungan
klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang
mengalami kahat S . Kahat S menyebabkan terhambatnya sintesis protein yang
berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut.
Kelebihan dan kekurangan UNSUR MIKRO
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.
1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
a) Kekurangan
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
b) Kelebihan
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis
2. Tembaga(Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi.
a) Kekurangan
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.
b) Kelebihan
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap.
3. Seng(Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan.
a) Kekurangan
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning , terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima. Bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi , tembaga , mangan , seng , dan molibdenum.
1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
a) Kekurangan
Daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.
b) Kelebihan
Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis
2. Tembaga(Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi.
a) Kekurangan
Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.
b) Kelebihan
Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap.
3. Seng(Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya terjadi pada media yang sudah lama digunakan.
a) Kekurangan
Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung di satu sisi lalu disusul dengan kerontokan. Bakal buah menguning , terbuka , dan akhirnya gugur. Buah pun akan lebih lemas dan sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.
b) kelebihan
Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.
4. Besi (fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
a) Kekurangan
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.
Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.
4. Besi (fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentanganatau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
a) Kekurangan
Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.
b) Kelebihan
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.
5. Molibdenum(Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
a) Kekurangan
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda
b) Kelebihan
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.
Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.
5. Molibdenum(Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
a) Kekurangan
Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda
b) Kelebihan
Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.
6.
Mangan(Mn)
a). Kelebihan
Mangan sangat berperan
dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator
beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis.
Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tunbuhan
yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan
mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam
pemecahannyamenjadi hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mengsubstitusikan Mo dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem enzym tertentu seperti yang dibuktikan oleh Hewith pada tahun 1948.
b).
Kekurangan
Defisiensi unsur hara, atau
kata lain kekurangan unsur hara. bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak
normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara,
gangguan dapat berupa gejala visual yang spesifik.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.
Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak mudah membedakan gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab.
Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiir tetap berwarna
hijau.
Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.
Identifikasi Gejala defisiensi mangan bersifat relatif, seringkali defisiensi satu unsur hara bersamaan dengan kelebihan unsur hara lainnya. Di lapangan tidak mudah membedakan gejala-gejala defisiensi. Tidak jarang gangguan hama dan penyakit menyerupai gejala defisiensi unsur hara mikro. Gejala dapat terjadi karena berbagai macam sebab.
Gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun. Mobilitas dari mangan adalah kompleks dan tergantung pada spesies dan umur tumbuhan sehingga awal gejalanya dapat terlihat pada daun muda atau daun yang lebih tua.. Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiir tetap berwarna
hijau.
7.
Klor(Cl)
a).
kelebihan
Terlibat
dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel),keseimbangan ion
yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral dan dalam
fotosintesis.
b).
kekurangan
Dapat menimbulkan
gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran,
daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kadang-kadang pertumbuhan
tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.
8.
Natrium(Na)
a). kelebihan
a). kelebihan
Terlibat
dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan. Salah satu
kelebihan efek negatif Na adalah bahwa itu mengurangi ketersediaan K.
b).
kekurangan
Daun-daun tenaman bisa
menjadi hijau tua dan tipis. Tanaman cepat menjadi layu.
9).
Cobalt(Co)
a).kelebihan
a).kelebihan
Kobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada amonium gizi.
Tingkat kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi.
b).
kekurangan
Mengurangi pembentukan
hemoglobin dan fiksasi nitrogen
10.
Silicon(Si)
a).
Kelebihan
Si dapat meningkatkan
hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi ketahanan
terhadap hama dan penyakit Ditemukan sebagai komponen
dari dinding sel. Tanaman dengan pasokan silikon
larut menghasilkan lebih kuat, meningkatkan panas dan kekeringan tanaman
toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding
sel oleh jamur menyerang.
b). Kekurangan
Dapat mengakibatkan tanaman
mudah terserang penyakit.
11.
Nikel(Ni)
a). kelebihan
Diperlukan untuk
enzim urease untuk menguraikan urea untuk membebaskan
nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan
zat besi. Benih perlu nikel untuk
berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akanberangsur-angsur mencapai
tingkat kekurangan sekitar
saat mereka dewasa dan mulai
pertumbuhan reproduksi
b).
kekurangan
Gagal
untuk menghasilkan benih yang layak
·
MAKRO
1.
NITROGEN (N)
- Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
- Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.
- Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
- Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
Tanaman
yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun
hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning
dan mati.
2.
Pospor (P)
- Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman.
- Merangsang pembungaan dan pembuahan.
- Merangsang pertumbuhan akar.
- Merangsang pembentukan biji.
- Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
Tanaman
yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji
berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ).
3.
Kalium (K)
- Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
- Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
Tanaman
yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah,
daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun
menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
4.
Calsium (Ca)
- Merupakan bagian penting dari dinding sel dan sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan.
- Kalsium adalah untuk menyusun klorofil.
- Dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta mempergiat sel meristem.
Kekurangan
kalsium mengakibatkan terjadinya disintegrasi padaujung-ujung tanaman (ujung
batang, akar, dan buah) sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati,
tunas daun yang masih muda akan tumbuh abnormal.
5.
Magnesium (Mg)
- Merupakan penyusun utama khlorofil yang menentukan laju fotosintesa / pembentukan karbohidrat.
- Berfungsi untuk transportasi fosfat.
- menciptakan warna hijau pada daun.
Kekurangan
magnesium yaitu menguningnya daun yang dimulai dariujung da bagian bawah daun.
6.
Belerang/ Sulfur (S)
- Pembentukan asam amino dan pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar tanaman
- Pertumbuhan anakan pada tanaman
- Berperan dalam pembentukan klorofil serta meningkatkan ketahanan terhadap jamur
- Pada beberapa jenis tanaman antara lain berfungsi membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma dan juga aktifator enzim membentuk papain
Gejala
kekurangan sulfur pada tanaman pada umumnya mirip kekurangan unsur
nitrogen. misalnya daun berwarna hijau mudah pucat hingga berwarna kuning,
tanaman kurus dan kerdil, perkembangannya lambat.
·
MIKRO
7.
Ferrit/besi (Fe)
·
Berfungsi untuk pembentukan klorofil. berperan
pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan, selain itu
besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman, dan
pembentuk beberapa enzim.
Gejala kekurangan
besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi, lembaran daun menjadi kuning/pucat.
Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. Besi tersedia dalam
tanah berkisar 2-150ppm. Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm.
8.
Mangan (Mn)
·
Untuk penyusunan klorofil, perkecambahan,
dan pemasakan buah.
Fungsi
adalah berfungsi dalam pembelahan sel, di gunakan dalam proses pernapasan dan
fotosintesis. Ciri kekurangan Mn biji yang terbentuk akan sangat jelek, daun
menguning dan beberapa jaringan akan mati.Gejala Kekurangan berupa daun akan
tampak berwarna gelap dan muda, perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan,
dan pertumbuhan tanaman terhambat.
9.
Tembaga/Cupprum (Cu)
·
Belum banyak diketahui, namun tembaga
berfungsi untuk pembentukan klorofil.
Ciri
kekurangan tembaga daun tidak merata dan daun sering layu, malah
terkadang klorosis.
10. Seng/zink (Zn)
·
Memberi dorongan terhadap pertumbuhan
tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi untuk membentuk hormon tumbuh. Unsur seng didalam
tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda
sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda.
Kekurangan unsur ini ditandai dengan daun
berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun yang sudah tua
berwarna kemerahan . Kalau diperhatikan dengan seksama cabang dan
batangpun ikut terkena bencana yang mengakibatkan terdapatnya lubang
kecil-kecil.
11. Boron (B)
- Unsur ini berfungsi menangkut karbohidrat kedalam tubuh tanaman dan menghisap unsur kalsium.
- Berfungsi dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif.
- Pada tanaman penghasil biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel.
- Menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.
Kekurangan
unsur boron paling nyata tampak
pada tepi-tepi daun yaitu gejala klorosis, mulai dari bagian bawah daun.
daun yang baru muncul terlihat kecil dan tanaman agak kerdil cabang tumbuh
sejajar. kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam. Kekurangan unsur ini menimbulkan penyakit
fisiologis , khususnya pada atanaman sayur dan buah, pada tanaman semangka
biasanya ditandai dengan pertumbuhan batang muda yang tegak berdiri, ruas
pendek, daun mengecil, dan bila terkena angin batang muda tersebut mudah patah
dan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan, pada tanaman sayur dan buah
kekurangan unsur bini agak sulit
dibedakan dengan tanaman yang terkena serangan virus. Dan pada tanaman jagung
kekurangan unsur ini bisa
mengakibaatkan tongkol tanpa biji sama sekali ( mirip jagung yang tidak
terbuahi).
12. Klorin (Cl)
Klorin diperlukan untuk osmosis dan keseimbangan ionik
sel bagian dari regulasi energi, juga memainkan peran dalam fotosintesis. Unsur
ini diserap tanaman dalam bentuk ion Cl- keberadaannya tidak dihasilkan dari
metabolisme tanaman,dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis
didalam sel tanaman. Gejala kekurangan
Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan, daun layu dan berwarna
kuning.
13. Cobalt (Co)
Untuk Fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur N (Nitrogen), Cobalt dapat
digantikan perannya dengan Natrium (Na), dan Molibdenum (Mo).
14. Molibdenum
(Mo)
Sebagai kofaktor pada beberapa enzim penting untuk
membangun asam amino. berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas
diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada
bakteri bintil akar tanaman. Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah
warna keriput dan melengkung seperti mangkok, muncul bintil-bintil kuning
disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman
terhenti. Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0,05-0,5 ppm sedang kebutuhan normal
pada tanaman 0,2-1 ppm. Bayam dan bawang adalah jenis tanaman yang sangat peka
kekurangan Mo.
15. Natrium (Na)
Sebagai keseimbangan ion pada regulasi energi untuk
membuka dan menutupnya stomata.
16. Silicon (Si)
Tersimpan dalam dinding sel yang mengakibatkan sifat
mekanis sel yaitu kaku atau elastis.
17. Nikel (Ni)
Pada tanaman Keras/tumbuhan tingkat tinggi sebagai
aktivasi urease (enzim yang berperan dalam metabolisme Nitrogen untuk proses
perombakan urea). Pada tanaman tingkat rendah, sebagai kofaktor beberapa enzim.
Perannya dapat digantikan dengan Seng (Zn) dan Besi (Fe).
BAB 4. Konservasi Lahan
Tujuan Konservasi Tanah
Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di
bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai
penopang akar. Struktur tanah
yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan
tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai
mikroorganisme. Bagi
sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Menurut Sitanala Arsyad (1989), konservasi tanah adalah penempatan
setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah
tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar
tidak terjadi kerusakan tanah.
Masalah konservasi dan penggunaan sumberdaya yang bijaksana berbeda-beda
bagi masing-masing tipe sumberdaya. Untuk fund resources atau sumber daya yang
tidak dapat diperbaharui, konservasi dimaksudkan sebagai usaha mengembangkan
penggunaan sumberdaya yang persediannya relatif tetap, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan dalam waktu yang lebih panjang, hal ini melalui pengurangan tingkat
konsumi atau melakukan penghematan. Untuk flow resources atau sumberdaya yang
dapat diperbaharui, konservasi dimaksudkan sebagai usaha pengurangan pemborosan
yang bersifat ekonomi, dan sekaligus memaksimumkan penggunaan yang dapat
dilaksanakan secara ekonomis. Sebagai contoh adalah penggunaan
sumberdaya-sumberdaya selain air, cara yang terbaik untuk membuat sumberdaya
ini tetap ada atau bertahan dalam jangka waktu yang panjang adalah dengan cara
menghemat atau kebijakan non use (tidak menggunakan sumberdaya) tersebut.
Manfaat dan Hambatan Konservasi Tanah
Pada dasarnya konservasi merupakan
pemberdayaan atau pemeliharaan terhadap alam dan makhluk hidup. Manfaat – manfaat konservasi diwujudkan
dengan:
1. Terjaganya
kondisi alam dan lingkungannya, berarti konservasi dilakukan dengan
memelihara agar kawasan konservasi tidak rusak.
2. Terhindarnya
makhluk hidup dari kepunahan, yang berarti jika gangguan-gangguan
penyebab turunnya jumlah dan mutu makhluk hidup terus dibiarkan tanpa upaya
pengendalian akan berakibat makhluk hidup tersebut menuju kepunahan bahkan
punah sama sekali.
3. Terhindarnya
dari bencana akibat perubahan alam, berarti gangguan-gangguan terhadap
flora dan fauna serta ekosistemnya pada khususnya serta sumber daya alam pada
umumnya menyebabkan perubahan berupa kerusakan maupun penurunan jumlah dan mutu
sumber daya alam tersebut.
4. Mampu
mewujudkan keseimbangan lingkungan baik mikro maupun makro, bararti dalam ekosistem
terdapat hubungan yang erat antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
5. Mampu
memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, berarti upaya
konservasi sebagai sarana pengamatan dan pelestarian flora yang sudah punah
maupun belum punah dari sifat, potensi maupun penggunaannya.
6. Mampu memberikan konstruksi kepada kepariwisataan, berarti
ciri-ciri dan objeknya yang karakteristik merupakan kawasan ideal sebagai
sarana rekreasi atau wisata alam.
Dalam pelaksanaan konservasi sering ditemui hambatan-hambatan yang dapat
dibedakan menjadi :
1.
Hambatan fisik : Biasanya kita mendapatkan sumber daya dalam keadaan
sedemikian rupa (sudah tertentu), misalnya tempatnya atau lokasinya, sehingga
untuk menggunakannya manusia yang harus menyesuaikan. Misalnya untuk dapat
menggunakan suatu sumber daya dengan baik maka kita harus membuat dulu dam,
teras, menanam tanaman hutan dan menerapkan teknik teknik lain untuk mengubah
keadaan alam.
2.
Hambatan ekonomi : Hambatan ekonomi dapat berupa kurangnya modal untuk melaksanakan
konservasi, kurangnya pengetahuan dan yang ketiga adalah tidak stabilnya
perekonomian.
3.
Hambatan kelembagaan : Banyak orang melaksanakan konservasi ini sebagai suatu
kebiasaan atau adat istiadat, sehingga mereka kurang memperhatikan
manfaatnya.Konservasi ini harus dilakukan secara terpadu oleh institusi yang
dimiliki oleh negara agar ada arah yang jelas dan ini perlu dibentuk lembaga
yang menangani konservasi sumberdaya di setiap daerah.
4.
Hambatan teknologi : Penggunaan sumberdaya-sumberdaya akan tergantung antara
lain oleh bentuk penyesuaian diri manusia dan teknologi.Hubungan sumberdaya-sumberdaya
dengan macam dan tingkat teknologi sangat erat.Sebagai contoh tenaga matahari,
yang dulu tidak banyak digunakan, dengan adanya perkembangan teknologi sekarang
ini banyak digunakan.Hambatan teknologi ini dapat diatasi dengan cara meningkatkan
kemampuan pegetahuan teknologi yang dapat dipelajari dari negara-negara yang
sudah maju atau melakukan penelitian terhadap teknologi yang telah ada.
Cara atau Teknik Konservasi Tanah
Lahan dalam hal ini adalah tata guna lahan. Pertumbuhan
kota cenderung menuju pinggiran kota, sedangkan kegiatan kegiatan masyarakat
berada di pusat kota sehingga akan terjadi arus kendaraan dari pinggiran kota
menuju pusat kota. Strategi untuk mengatasi hal tersebut adalah :
1) Tata kota yang baik
sehingga terdapat keseimbangan antar emisi gas buang dan daya tampung
lingkungan.
2) Pembentukan /
perencanaan kota satelit sehingga jarak antara pemukiman dan pusat kegiatan
tidak terlalu jauh dan efektivitas penggunaan transportasi
3) Mengurangi beban
lingkungan akibat emisi gas buang transportasi menuju pusat kegiatan dengan
merelokasikan pusat kegiatan tersebut apabila dimungkinkan. Contohnya Taman
Marga Satwa ke daerah pinggiran kota.
Metode
Konservasi Tanah
Metode konservasi tanah diarahkan untuk merehabilitasi lahan
kritis, mempertahankan kesuburan tanah, meningkatkan
fungsi hidrologis. Dengan mengembalikan kesuburan tanah maka manfaat yang
kita dapat adalah:
- sumber kelestarian air dapat terjaga dengan baik,
- dapat meningkatkan sumber daya alam,
- memperbaiki kualitas lingkungan hidup,
- meningkatkan produktivitas pertanian.
Metode
konservasi tanah dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu metode vegetatif dan metode mekanik.
Metode Vegetatif
Metode
vegetatif untuk konservasi tanah di antaranya sebagai berikut.
- Pemilihan vegetasi tertutup, yaitu menutup lahan dengan menanam tanaman yang dapat tumbuh di lahan kritis.
- Pencegahan erosi, yaitu dengan cara membuat sengkedan pada lahan yang miring atau dengan penamanan tumbuhan di daerah lahan miring yang dapat mengikat tanah.
- Pengaturan kadar garam dalam tanah.
- Pengendalian keasaman tanah.
- Meningkatkan kelestarian organisme tanah yang menguntungkan.
- Pencegahan remediasi tanah dari kontaminasi zat kimia atau zat biologis.
- Mineralisasi tanah harus seimbang.
Metode Mekanik
Metode mekanik untuk konservasi tanah di antaranya sebagai
berikut.
- Pengolahan tanah berkontur.
- Pengolahan tanah secara minimum.
- Mengatur alur angin.
- Adanya rotasi tanaman, jadi tanah tidak hanya ditanamI satu jenis tanaman saja, melainkan adanya penggantian jenis tanaman.
- Pembuatan pematang, teras, atau gundulan tanah.
- Pembuatan terjunan air atau membuat alur air di lahan pertanian.
- Penggunaan pupuk alami.
- Pengistirahatan tanah.
Strategi yang biasanya dipakai
dalam konservasi tanah, yaitu:
- pemilihan vegetasi penutup lahan
- pencegahan erosi
- pengaturan kadar garam
- pengendalian keasaman
- meningkatkan kelestarian organisme tanah yang menguntungkan
- pencegahan dan remediasi tanah dari kontaminasi
- mineralisasi
Strategi lainnya yang biasa
dipergunakan dalam bidang pertanian yaitu:
- pertanian tanpa pengolahan tanah
- pengolahan tanah berkontur
- alur penahan angin (windbreak)
- rotasi tanaman
- penggunaan pupuk alami
- mengistirahatkan lahan
Banyak bidang ilmu yang terlibat
dalam upaya-upaya tersebut, diantaranya agronomi, hidrologi, ilmu
tanah, kimia
lingkungan, meteorologi, mikrobiologi dan
teknik pertanian.
Rotasi tanaman, tanaman penutup lahan, dan tanaman penahan angin
dikatakan sebagai cara yang paling baik dalam mencegah erosi permukaan tanah.
Rotasi tanaman adalah proses pergantian tanaman yang konvensional dan mudah
dilakukan, untuk mencegah pengambilan nutrisi tanah
yang berlebihan oleh satu jenis tanaman saja. Tanaman penutup berfungsi sebagai
pencegah tanah dari erosi, pertumbuhan gulma, dan evapotranspirasi berlebihan, namun tanaman penutup juga memiliki fungsi
penting dalam menjaga kualitas kimia tanah; misalnya tanaman Leguminoceae untuk kelestarian kandungan nitrogen dalam tanah dan tanaman Mucuna
pruriens untuk fosfor. Tanaman penahan angin ditanam dengan alur yang cukup
padat atau barisan pepohonan yang ditanam dengan alur yang paralel terhadap
arah angin
Terdapat berbagai cara mekanik dalam menahan erosi air
dan angin. Cara utama adalah dengan membentuk mulsa tanah dengan cara menyusun
campuran dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan di atas tanah; dan
membentuk penahan aliran air, misalnya dengan membentuk teras-teras di
perbukitan (terasering) dan pertanian
berkontur. Desain Keyline adalah cara
yang paling mutakhir dalam menentukan kontur dalam bercocok tanam.
Pengaturan
kadar garam
Ion-ion
yang bertanggung jawab dalam proses salinasi tanah yaitu Na+,
K+,
Ca2+,
Mg2+,
dan Cl-.
Kadar garam
diperkirakan telah memengaruhi sebanyak sepertiga lahan subur. Kadar garam
dalam tanah secara signifikan dapat memengaruhi metabolisme sebagian besar
tanaman pertanian. Kadar garam yang tinggi terdapat pada daerah kering akibat irigasi
yang berlebihan atau di area di mana permukaan air tanah asin cukup dangkal.
Dalam kasus irigasi berlebihan, garam menumpuk di permukaan tanah sebagai
produk sampingan dari infiltrasi tanah. Penggunaan humus dapat mencegah
salinisasi tanah lebih jauh lagi. Mekanismenya melibatkan pertukaran anion dan
kation hingga pH menjadi stabil dan mengeliminasi kelebihannya dari zona perakaran tanaman.
Persentase hidrogen tanah (keasaman, pH)
Tingkat pH tanah yang merugikan
pertumbuhan tanaman dapat terjadi secara alami di beberapa wilayah, dan secara
non alami terjadi dengan adanya hujan asam
dan kontaminasi tanah. Peran
pH tanah adalah untuk mengendalikan ketersedian nutrisi bagi vegetasi yang
tumbuh di atasnya. Makronutrien (kalsium,
fosfor,
nitrogen,
kalium,
magnesium,
sulfur)
tersedia cukup bagi tanaman jika berada pada tanah dengan pH netral atau
sedikit beralkalin. Kalsium,
magnesium, dan kalium biasanya tersedia bagi tanaman dengan cara pertukaran
kation dengan material organik tanah dan partikel tanah liat. Ketika keasaman
tanah meningkat, ketersediaan kation untuk material organik tanah dan partikel tanah liat
segera tercukupi sehingga tidak ada pertukaran kation dan nutrisi bagi tanaman
berkurang. Namun semua itu tidak dapat disimplifikasi karena banyak faktor yang
memengaruhi hubungan pH dengan ketersediaan nutrisi, diantaranya tipe tanah (tanah asam sulfat, tanah
basa, dsb), kelembaban tanah, dan faktor meteorologika.
Organisme
tanah
Melestarikan keberadaan organisme tanah yang
menguntungkan adalah salah satu unsur konservasi tanah. Organisme tanah yang
menguntungkan dapat berupa spesies makroskopik seperti cacing tanah,
dan juga mikroorganisme. Keuntungan yang diberikan oleh
cacing tanah terhadap tanah diantaranya memberikan aerasi tanah dan
menyediakan nutrisi makro bagi tanah.
Ketika cacing tanah mengekskresikan feses dalam bentuk padatan, mineral dan nutrisi yang
diperlukan oleh tanaman telah diseleksi oleh cacing tersebut untuk diabsorpsi
oleh akar tanaman. Feses cacing tanah mengandung nitrogen lima kali lebih
banyak dari tanah biasa, fosfat tujuh kali lebih banyak, dan kalium sebelas
kali lebih banyak. Seekor cacing dapat memproduksi lebih dari 4,5 kg feses
dalam setahun.
Kegiatan cacing yang terus menggali ke dalam tanah
memberikan porositas bagi tanah dan
aerasi yang cukup serta meningkatkan kemampuan drainase
tanah.
Mineralisasi
Agar tanaman mendapatkan nutrisi yang diperlukan bagi
perkembangannya, mineralisasi aktif seringkali dilakukan. Hal ini dapat
dilakukan dengan memberikan remahan batu yang mengandung mineral yang
dibutuhkan tanaman atau dapat menggunakan suplemen kimia tanah. Hal ini juga
bertujuan untuk mencegah hilangnya mineral makro maupun mikro dari dalam tanah.
Terdapat jenis mikroorganisme tanah yang sangat bermanfaat untuk mineralisasi
tanah, yakni mikoriza (vesikular arbuskular mikoriza).
Sumber :
kunjunganku di blog ini sungguh merupakan keberuntungan baru, karena bisa menemukan artikel bermanfat bagi saya, sehingga dapat memberi image baik bagi pengunjungnya? salam sukses :)
BalasHapus